3 Tips Kenalkan Sejarah pada Si Kecil

      No Comments on 3 Tips Kenalkan Sejarah pada Si Kecil

Ibu, apa yang terlintas di benak Anda saat mengucapkan kata sejarah? Sebagian besar dari kita akan langsung memikirkan berbagai nama, tempat, tahun, dan peristiwa yang memusingkan. Bagi kebanyakan orang, ceritanya agak kaku dan tidak menarik.

Tapi tahukah Anda, memperkenalkan cerita kepada anak prasekolah bisa membantu Anda mengapresiasi proses kehidupan. Menurut Pengamat Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ismia Unasiansari, untuk mencapai sesuatu yang baik dibutuhkan proses yang baik. “Memperkenalkan cerita kepada anak sejak dini merupakan salah satu cara menumbuhkan nilai-nilai budaya yang baik pada anak,” kata Ismia.

Tips Kenalkan Sejarah pada Si Kecil

Tips Kenalkan Sejarah pada Si Kecil

Mengetahui sejarah kemerdekaan bangsa ini misalnya dapat menumbuhkan sikap nasionalisme, percaya diri, menghargai, dan bangga menjadi warga negara Indonesia bagi anak-anak. Dan hal ini sejalan dengan salah satu tujuan pendidikan karakter bagi anak Indonesia, yaitu menumbuhkan sikap cinta tanah air sejak dini.

Baca juga : Tes IUP UGM

Pengenalan sejarah kepada anak, tentunya harus disesuaikan dengan tahapan perkembangannya. Ismia mengutip teori psikologis perkembangan kognitif bayi yang pertama kali dikemukakan oleh Jean Piaget, psikolog klinis dari Swiss. Ismia menuturkan, menurut teori Piaget, pada usia 5 tahun, anak sudah memasuki tahap pra operasi. Pada usia ini, anak mulai mengembangkan fungsi simbolik, yaitu kemampuan anak menggunakan suatu objek untuk merepresentasikan objek lain yang tidak ada di dekatnya.

Artinya, ibu bisa mengenalkan sejarah pada anak sejak dini. Syaratnya, kegiatan ini harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan sekaligus memberikan stimulasi yang baik untuk tumbuh kembang si kecil.

Di usia ini, si kecil sangat senang dengan aktivitas yang dapat mengembangkan imajinasinya. Hal ini seringkali dianggap sepele, meski memiliki banyak manfaat bagi anak. Salah satunya adalah membantu mereka mengembangkan pengetahuan tentang segala sesuatu yang mereka dengar, lihat dan rasakan (motorik sensorik).

Karena itu, biarkan anak mengeksplorasi banyak hal. Setelah itu Bunda bisa memperkuat pengalaman dan pengertian yang baru didapatnya. Pengenalan cerita yang menyenangkan dapat dilakukan melalui kegiatan berikut:

Baca juga : Bimbel IUP UGM

  • Mendongeng. Pertama siapkan materi dan bagian cerita yang ingin disajikan kepada anak terlebih dahulu, gunakan boneka atau wayang kesayangan anak agar kegiatan lebih menyenangkan. Menggunakan boneka atau alat visualisasi yang menarik akan membantu anak-anak untuk lebih fokus pada cerita kita. Selain itu, kegiatan mendongeng dapat meningkatkan keterampilan bahasa anak.
  • Kunjungi tempat-tempat yang penuh dengan informasi sejarah bersama anak-anak. Museum dan situs bersejarah bisa menjadi tujuan wisata bersama si kecil di hari Minggu. Kegiatan ini akan membawa anak seolah-olah sedang menyusuri terowongan waktu. Melihat diorama proses kemerdekaan di Monumen Nasional (Monas) misalnya, tidak hanya akan memperkaya pengetahuan anak tetapi juga akan menumbuhkan sikap kritis terhadap mereka. Sikap kritis akan tumbuh jika kita mau memberikan stimulasi berupa informasi baru dan menarik kepada anak.
  • Cobalah bermain cerita. Kami memperkuat pengalaman dan pemahaman baru yang diperoleh anak-anak tentang sejarah dengan bermain cerita. Para ibu dapat memulai dengan meminta anak-anak membagikan pengalaman baru yang mereka miliki. Kemudian kami secara spontan melakukan role play atau bermain peran dengan anak-anak berdasarkan cerita di atas. Selain lebih pandai dan bahagia dengan cerita, anak juga akan lebih kreatif dan mengembangkan fungsi simboliknya.

Intinya, pengenalan cerita pada anak usia di atas tahun harus disesuaikan dengan tahap perkembangannya. Proses pembelajaran juga harus menyenangkan. Selain itu, dan sedapat mungkin, terus dorong segala aspek perkembangan anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *